Minimum Maximum Stock Level (MMSL) – Logistic Forecasting

Manajemen logistik (Farmasi/Gudang) mutlak dilakukan, terutama pada Rumah Sakit mengingat unit ini memberikan kontribusi 30% – 40% terhadap total pendapatan RS, selain itu anggaran yang dibutuhkan unit ini pun terbilang cukup besar yaitu 25% – 35%, sehingga net profit RS sangat tergantung bagaimana dapat mengelola biaya-biaya yang ada.

S-Max dan S-Min dapat ditentukan secara fixed (tetap) oleh RS, namun hal tersebut bukanlah hal yang tepat mengingat adanya kegiatan detailing yang dilakukan oleh pedagang farmasi sehingga pola pemakaian obat oleh dokter tidak dapat diprediksi.

Cara terbaik adalah dengan membobot berdasarkan pemakaian, kemudian merata-rata sehingga ditemukan suatu nilai stock minimumnya, metode ini dikenal dengan nama MMSL (Maximum Minimum Stock Level). sedangkan untuk stock maximum dengan mengali nilai rata-rata dengan nilai hari stock maximum.

Forecasting

Forecasting

Konsep lain yang bisa digabungkan dengan MMSL adalah konsep PARETO, konsep ini dapat dipergunakan untuk menentukan nilai stock maksimum, selain itu dengan PARETO juga dapat diketahui suatu item itu apakah terkategori fast moving atau slow moving.

Dengan Logistic Forecasting Software (LFS) dapat dengan mudah melakukan peramalan logistik khususnya di apotik RS melalui berbagai variable antara lain Stock Maximum, Stock Minimum, LT-Estimation Stock, t-Maximum, Pareto Class (Kelas Pareto A, B, C) dan variabel lainnya.

Variable-variable yang digunakan software untuk dalam melakukan analisa antara lain : Jumlah penjualan selama tiap minggu yang dimulai dari minggu sekarang (Qw-now), minggu yang lalu (Qw3) hingga 3 minggu yang lalu (Qw1), selain itu anda juga dapat melihat LT (Lead Time : adalah lama tunggu pengiriman barang dari supplier), t-Max (waktu maksimum cadangan stock) dari masing-masing item obat.

Dari variable tersebut maka dapat diketahui Mean adalah nilai rata-rata penjualan obat selama 1 minggu, nilai tersebut didapat dari bobot mingguan (W1, W2, W3, Wnow) terhadap jumlah penjualan tiap minggunya (Q).

Selanjutnya dapat diketahui S-Min, yaitu jumlah stock minimum selama Lead Time, nilai S-Min didapat dari Mean dibagi dengan 7 hari (karena mean dalam 1 minggu) kemudian dikali dengan lamanya LT. Dan S-Max adalah jumlah stock aman yang dicadangkan selama t-Max, caranya yaitu Mean dibagi 7 hari kemudian dikali dengan lamanya t-Max.

Current Stock adalah stock aktual pada saat program dijalankan, maka dapat pula diketahui S-LTEst adalah perkiraan jumlah stock saat Lead Time, sebagai ilustrasi adalah jika LT = 5 hari dan Sekarang adalah tanggal “1 Februari” maka “S-LT Est” adalah perkiraan (estimated) jumlah stock yang tersisa pada tanggal “6 Februari”.

∑Order adalah jumlah order yang dilakukan hari ini untuk memenuhi stock aman selama t-Max sehingga State Item (adalah status saat ini apakah dalam kondisi Beli (BUY) ataukah tidak) dapat diketahui, kondisi beli dari item/obat tersebut akan tercapai bila “Current Stock dikurangi S-LT EST adalah ≤ 0“.

Software Logistic Forecasting

Software Logistic Forecasting

Dengan software Logistic forecasting, anda dapat menggabungkan prinsip-prinsip tersebut, anda akan dapat mengetahui dengan mudah mana stock kategori Fast Moving dan Slow Moving, selain itu anda juga dapat melakukan komparasi terhadap pendapatan yang dapat dihasilkan oleh tiap-tiap jenis barang tersebut.

Software Logistic Forecasting dapat diintegrasi dengan Software CMSM, sehingga transaksi pada modul apotek baik pembelian dan penjualan yang ada di CMSM dapat langsung masuk ke database dari software Logistic Forecasting, manajemen barang akan menjadi semakin mudah.

Baca pula metode lainnya : Pattern Recognition

Informasi lebih lanjut hubungi : info@sistemrumahsakit.com

^