Aplikasi Desktop vs Web based

Aplikasi Desktop vs Web based: Bagi sebuah perusahaan dalam mengembangkan aplikasi bisnisnya pasti akan dihadapkan 2 pilihan platform, apakah berbasis desktop ataukah webbased, pada dasarnya masing-masing platform memiliki keunggulan dan kekurangan dibandingkan yang lain, mari sama-sama kita bandingkan antara desktop based atau web based?

Aplikasi Desktop vs Web based

WEB BASED adalah aplikasi yang dibuat berbasis HTML yang membutuhkan web server dan browser untuk menjalankannya seperti Chrome, Firefox atau Opera. dengan membuat sistem berbasis web based ada beberapa hal yang penting dan harus kita pikirkan sebelum membangun sistem tersebut, diantaranya:

  1. Membutuhkan spesifikasi server khusus, semakin banyak jumlah client yang mengakses maka spesifikasi server juga harus semakin besar pula, karena seluruh beban pemrosesan script (html, php, javascript, asp, dll) dilakukan pada server bukan pada client (Central Processing), maka analoginya jika ada 1500 baris kode dengan jumlah client 75 PC itu artinya server harus melakukan proses data sebanyak 112.500 baris kode.
  2. Apabila jumlah database yang diakses besar maka dipastikan server yang digunakan untuk menjalankan webservice (Apache) harus dipisahkan dengan server database, karena apabila jumlah client mencapai ratusan padahal Server Apache dan Database menggunakan server yang sama maka dapat dipastikan Server akan berjalan lambat.
  3. Aplikasi berbasis web based dapat diakses dari berbagai perangkat dengan hanya menggunakan web browser saja, artinya hanya dengan web browser dan program LAN SCANNER dan akses ke jaringan (misal melalui WIFI) maka siapa saja sudah bisa mengakses ke aplikasi tersebut, disini akan memberikan peluang bagi pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
  4. Kelebihan dari Webbased adalah proses update yang mudah, karenakan kode program disimpan dalam Server maka untuk melakukan update cukup dilakukan dari server saja, tanpa harus melakukan re-install ke masing-masing PC.
  5. Kekurangan dari Webbased adalah metode penampilan report harus dengan system paging (contoh apabila menampilkan report hanya ditampilkan baris 1 s.d 1000), apabila dipaksakan maka memory cache yang digunakan oleh browser bisa overload dan bisa menyebabkan browser hang.

DESKTOP BASED : adalah aplikasi yang berjalan pada satu PC saja, aplikasi ini dapat terhubung dalam satu jaringan secara independen dan tidak memerlukan browser. Untuk membuat sistem desktop based kita harus memikirkan tentang beberapa hal yang sangat penting untuk membangun sebuah sistem, diantaranya:

  1. Pemrosesan script program dilakukan pada masing-masing PC Client (Distributed Processing), karena proses program dilakukan secara terdistribusi maka spesifikasi PC Client dapat disesuaikan dengan modul program yang dieksekusi pada unit bersangkutan saja (contoh unit kasir dan unit gizi memiliki beban kerja yang berbeda, maka unit gizi tidak perlu menggunakan spesifikasi PC setara dengan kasir, dan hal ini cukup meringankan budget untuk pengadaan PC bagi rumah sakit).
  2. Spesifikasi server yang harus disiapkan hanya ditujukan untuk penyimpanan data atau server database, karena hanya dibutuhkan 1 server maka proses maintenance bagi rumah sakit (terutama EDP) akan jadi lebih mudah dan biayanya juga lebih terjangkau.
  3. Aplikasi desktop memiliki keamanan yang lebih baik, karena kode program dicompile langsung dalam bentuk kode mesin (assembly) sehingga code sumber tidak akan bisa dibaca orang lain sekalipun menggunakan program decompiler.
  4. Untuk dapat mengakses ke server, PC yang digunakan harus diinstal terlebih dahulu aplikasi programnya, sehingga tidak semua orang bisa mengakses ke server dengan demikian Staf IT/EPD hanya berfokus pada keamanan security database saja,
  5. Kelemahan aplikasi desktop adalah proses update harus dilakukan satu persatu di PC client, namun hal ini dapat diatasi dengan membuat program autoupdate, artinya aplikasi akan melakukan update otomatis dengan mendownload program terbaru dari server tanpa harus melakukan copy satu persatu sehingga proses update bisa dilakukan lebih cepat, dan CMSM sudah menyediakan fitur autoupdate sehingga Staf IT/EDP sudah tidak perlu direpotkan lagi untuk mengupdate program satu persatu.

Aplikasi Desktop vs Web based

Aplikasi CMSM (Complete Medical Software Management) dikembangkan dengan platform Desktop, ukuran aplikasi CMSM pun sangatlah kecil yaitu 7,8 Mb (Full Modul), beban dari eksekusi program didistribusikan berbeda-beda ke setiap PC Client sesuai dengan beban kerja di unit masing-masing, Transfer yang dilakukan pada jaringan hanyalah byte data MySQL saja, tidak seperti pada webbase yang terdapat unsur user interface (HTML) didalamnya.

Distributed process for high performance,

Selain itu CMSM dikembangkan dengan JAVA untuk mendukung portabilitasnya, sehingga aplikasi bisa dijalankan di OS Windows, Macintosh atau Linux, selain itu hanya PC yang sudah diinstal program saja yang bisa mengakses data ke server.

More OS choice, with high level security

 

by admin
Aplikasi Desktop vs Web based

Comments are Closed

^